Latihkan Bercocok Tanam Hidroponik, Ini Harapan Dandim 0101/BS Kepada Para Babinsa

Spread the love

Aceh Besar – Hidroponik adalah seni berkebun atau menanam tanaman tanpa tanah. Hidroponik itu sendiri memiliki arti dalam kata latin yaitu “air yang bekerja”. Dengan menggunakan ruang minimal dan 90 persen lebih sedikit air daripada cara pertanian tradisional, sehingga sangat cocok pada area yang memiliki pasokan air yang terbatas terlebih saat musim kemarau tiba serta di masa Pandemi Covid-19.

Berkaitan hal itulah, Komando Distrik Militer (Kodim 0101/BS) memberikan pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Satuan jajarannya dengan memanfaatkan Lahan Binaan Model Pilot Project Tanaman Hortikultura berlokasi di Desa Bueng Pageu Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, Senin (24/5/2021).

Pemberian materi dan praktek dalam pelatihan tanaman hidroponik tersebut adalah Mantri Tani Kecamatan Lhoknga, Beni Baihaqi, S.P didampingi Bati Wanwil Kodim 0101/BS Serma T. Syaiful Fahmi.

Terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0101/BS Kolonel Inf Abdul Razak Rangkuti, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan dimulai dari penyiapan dan pembuatan model pilot project tanaman pangan.

“Lahan yang disiapkan minimal seluas 1 Hektar untuk tanaman jagung dan tanaman Hortikultura dengan menggunakan Polybag sebanyak 50 buah dan Hidroponik set,” jelas Dandim.

Langkah kerjanya yaitu, lanjut Dandim, menyiapkan lahan, pembibitan atau penyemaian, penanaman, perawatan tanaman pada masa pertumbuhan, memanen dan pasca tanaman dipanen.

“Dalam pengambangan pertanian atau pola tanam hidropolik ini, para Babinsa perlu diberikan pelatihan mulai dari pemahaman teori kemudian melaksanakan praktik di lapangan,” tutur nya.

Di sisi lain, pola cocok tanam hidroponik diharapkan para Babinsa jajaran Kodim 0101/BS dapat memberikan solusi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber tambahan konsumsi masyarakat

“Saya harap kedepannya Babinsa punya kemampuan dalam membina ketahanan pangan dan dapat ditularkan kepada masyarakat di wilayah binaannya masing-masing,” pungkas Dandim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *